jump to navigation

Posting Kelima belas [wireless di Ibex dengan wicd] January 31, 2009

Posted by ngadimin in Curhat, Lengobh, Ubuntu.
Tags: , , , ,
trackback

Baru satu minggu ini memakai Ubuntu Intrepid Ibex, saya install di laptop Compaq Presario seri v3800. *ya ya ya masih dual boot dengan OS yang terkenal itu (M$)*

Hal yang pertama membuat saya jatuh cinta, driver yang dibutuhkan, kedetect semua oleh Ubuntu II *yay*. Kedua, memori 4Gb saya bisa ke-detect semua (dengan menggunakan kernel server tentunya). Dan yang terakhir, Compiz Fusion-nya itu membuat saya makin cinta :D .

Tapi ada satu yang membuat saya kurang sreg, masalah pada wireless di II saya, yaitu pada saat saya matikan dari saklar (tombol) laptop saya, dan saya hidupkan kembali, wireless-nya tidak mau hidup secara otomatis, saya harus restart Network Manager dari terminal, dengan command.

sudo /etc/init.d/NetworkManger restart

baru wireless dapat menyala dan kembali men-detect Access Point yang ada.

Lalu akhirnya saya mencoba mencari hal ini di google, dan akhirnya saya menemukan artikel disini. Saya langsung mencoba keterminal dan mengetik

sudo apt-get install wicd

tapi proses ini menghilangkan NetworkManager pada Ubuntu II, jadi saya harus melakukan konfigurasi kembali pada wireless saya pada wicd. Dan yang paling penting adalah, masalah saklar (tombol) wireless yang saya sebut diatas, dapat teratasi :D .

Comments»

1. cya - February 1, 2009

hurray posting lagi!

*meskipun aku ndak tau ini ngomongin apa*

2. bangsari - February 2, 2009

kang, bisa excel ngga? ajarin saya dong…

3. ngadimin - February 2, 2009

@bangsari
oww bisa.. japri saja kesaya masalahnya dimana?

*tendang Ipoul

4. arya - February 6, 2009

hore apdet *podo karo cya ra ngerti soal apa*

5. Ndoro Seten - February 6, 2009

kemane aje kang?

6. tito - February 27, 2009

huhuhu…laptolu mung iso openSUSE. wifi-ne ora kedetect. Kowe ki ora berguna.

7. bangsari - April 16, 2009

dengan ini saya perintahkan untuk segera mengupdate blog anda!

8. cya - June 30, 2009

min, ngadimin, apdet dongss